CHRISTMAS ATAU XMAS?
Natal sudah dekat, umat Nasrani di seluruh dunia menyambut perayaan ini dengan gembira, bahkan hampir seluruh dunia juga merayakan dengan menghias seluruh penjuru kota dengan hiasan-hiasan yang indah, pohon natal, dan masih banyak lagi. Menjelang natal, biasanya orang saling bertukar kado dan saling mengucapkan selamat hari natal, dalam bentuk apapun. Seiring berkembangnya zaman, apabila dulu ucapan selamat natal hanya bisa diutarakan melalui perkataan, sekarang kita bisa menggunakan kartu ucapan, sms, e-mail, dan masih banyak lagi. Beragam ucapan selamat natal pun diutarakan melalui puisi, kata-kata mutiara, dan masih banyak lagi. Namun di dalam keceriaan natal itu, tidak sedikit juga orang yang merasa tersinggung kepada orang yang menggunakan Xmas sebagai ganti Christmas dalam memberikan selamat hari natal kepada mereka. Maka dari itu, kita akan membahas lebih jauh mengenai penggunaan Xmas dan argumen yang sering digunakan orang untuk menunjukkan bahwa ejaan semacam itu tidak benar.
Banyak orang berkata bahwa Xmas itu adalah ejaan yang tidak benar dimana dalam ejaan itu tidak ada “Christ” yakni Yesus Kristus sendiri, yang merupakan pusat dari kepercayaan orang-orang Nasrani. Namun sayang sekali, sebenarnya “x” yang disebut-sebut menggantikan “Christ” itu berasal dari huruf Chi dalam bahasa Yunani, yang bentuknya juga “X”. Mengapa huruf Chi ini diambil karena itu adalah huruf pertama dari bahasa Yunani dari Kristus yakni adalah “Χριστός“, dan bahasa Yunani sendiri adalah bahasa yang pertama digunakan untuk penulisan kitab Perjanjian baru dalam alkitab, di mana kata Kristus itu berasal. Nama Kristus sendiri sebenarnya sudah dipersingkat sejak dahulu kala bahkan sebelum kita mengenal era telekomunikasi digital. Bahkan di Yunani sekalipun, tidak jauh dari waktu kebangkitan Yesus dan kenaikkan-Nya, para pengikutnya menggunakan simbol-simbol seperti ikan untuk saling berkomunikasi dan menghindari penganiayaan dari kaisar yang ada saat itu. Menurut Oxford English Dictionary dan Merriam-Webster’s dictionary of English usage, penggunaan “X” sebagai singkatan dari “Christ” sudah sungguh sangat lama digunakan, dan beberapa menggunakan “Xp” sebagai varian dari “X”. Oleh karena inilah, beberapa kata seperti “Christian” dulu ditulis sebagai “Xtian” atau “Xpian” dan ejaan seperti ini ditemukan sekitar tahun 1485. Singkatan yang disebut juga sebagai Christogram ini banyak dipakai oleh umat Nasrani sedari zaman medieval, dan beberapa macam singkatan yang muncul untuk mendeskripsikan nama Yesus seperti Labarum atau Chi-Rho yang berupa ☧ yang berasal dari “Xp” dari dua huruf pertama dari Kristus dalam bahasa Yunani. Oleh karena itu, kurang tepat apabila mengatakan kegunaan “X” dalam pengganti “Christ” dalam ejaan “Christmas” adalah upaya untuk ‘membuang’ keberadaan Kristus dalam kata “Christmas”.
Baru-baru ini saya mendapatkan Broadcast Message di handphone saya, dan saya menemukan perkataan unik seperti ini, “X-mas itu berasal dari Jepang, karena mereka tidak mengenal Tuhan Yesus, jadi mereka menulis Mr. X untuk Tuhan Yesus yang mereka tidak kenal.”
Argumen di atas sungguh tidak tepat, pertama, karena orang Jepang sendiri seringkali menggunakan “メリークリスマス” yang ejaannya adalah “Merii Kurisumasu” dalam memberikan selamat Natal baik lisan maupun tulisan. Memang orang Jepang tidak memiliki ungkapan tersendiri akan hari natal, dan ungkapan tersebut di atas adalah kata serapan dari “Merry Christmas” itu sendiri. Ditambah lagi, karena dalam bahasa Jepang tidak dikenal adanya huruf “X”, maka dalam pengejaan huruf tersebut orang Jepang sering menggunakan “エクス” yang latinnya adalah “Ekusu” yang sungguh jauh sekali dari kata “Kurisu” yang sering digunakan orang Jepang sebagai bagian dari “Kurisumasu” sendiri yang berarti Christmas atau Natal. Dapat kita lihat dari kedua ungkapan ini, tidak kita temukan penggunakan “X” dalam pengucapan Christmas dalam bahasa Jepang.
Penggunaan kata Xmas sebagai ganti Christmas adalah sesuatu yang sering dilakukan orang sebagai ucapan hampir di seluruh dunia. Hal ini menjadi sangat penting dalam dunia periklanan, karena setiap huruf yang digunakan itu ada valuenya. Kebanyakan perusahaan menggunakan Xmas sebagai ganti Christmas bukan bermaksud untuk menghilangkan Christ tapi semata-mata hanyalah karena kepraktisan dalam mengadakan iklan. Dalam mengirimkan pesan melalui pesan singkat atau SMS yang jumlah karakter sangat dibatasi juga, seringkali orang terpaksa menggunakan Xmas untuk mempersingkat dan menghindari membayar dua kali lipat untuk tambahan beberapa karakter saja. Masih banyak orang di luar sana yang tidak tahu akan asal dari penggunaan Xmas, dan alangkah baiknya dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada orang-orang yang belum mengerti, gunakan Merry Christmas atau cukup Selamat Natal.
Merry Christmas!
Sydney, 7th December 2011
Velushomaz
Sumber:
- Griffiths, E 2004, ‘Why get cross about Xmas?’, BBC News, 22 December 2004, retrieved 7 December 2011, <http:></http:>
- Hudson, R 2010, The Christian Writer’s Manual of Style, USA, Zondervan
- O’Conner, P, Kellerman, S 2009, Origins of the Specious: Myths and Misconceptions of the English Language, New York, Random House.
Dictionary yang digunakan:
- Oxford English Dictionary
- Merriam-Webster’s dictionary of English usage
Disclaimer:
Anda boleh membuat link ke notes ini dan menyebarkannya tanpa mengubah isi.
No comments:
Post a Comment